Inilah tanaman yang mampu menghancurkan sel kanker payudara dalam waktu kurang dari 16 jam
Kanker
payudara adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh kaum hawa.
Penyakit ini telah banyak membunuh penderitanya di seluruh dunia. Meski
berbahaya, kita khususnya para wanita bisa melakukan upaya pencegahan. Salah
satu upayanya adalah sering mengkonsumsi artemisinin. Anda tahu apa itu
artemisinin? Tanaman tersebut sepertinya sudah tidak asing lagi bagi kita,
karena kita bisa menemukan tanaman itu banyak tumbuh di halaman-halaman
pekarangan rumah. Jika anda orang sunda yang menyukai lalapan, tanaman ini
merupakan jenis tanaman yang biasa di konsumsi sebagai lalapan
Info
ini saya dapatkan dari seorang teman kantor, beberapa hari yang lalu di
sela-sela perbincangan saat pelatihan ia menceritakan khasiat beberpa jenis
tanaman pekarangan. Salah satunya adalah tanaman artemisinin, sejenis tanaman
yang sering kami konsumsi sebagai lalapan dirumah. Kemudian saya coba mencari
info detailnya di google. Dan ternyata saya baru mengetahui bahwa
artemisinin atau sintrong (sebutan orang sunda) adalah sejenis tanaman yang
memiliki khasiat luar biasa. Selain dapat menyembuhkan penyakit kanker terutama
kanker payudara, tanaman ini juga dapat mengobati penyakit malaria. Sebelumnya
saya tidak pernah berpikir bahwa tanaman ini memiliki kandungan untuk menyembuhkan
kanker, meskipun bagi keluarga saya tanaman ini memang jenis tanaman yang
familiar karna ayah saya sejak dulu saat masih kecil sampai sekarang selalu
menanamnya di pekarangan rumah
Berikut
ini penjelasan kenapa artemisinin itu luar biasa!
Menurut
penelitian yang diterbitkan oleh life science, tanaman ini telah digunakan
dalam pengobatan China dan mampu membunuh 98 persen sel-sel kanker payudara
hanya dalam waktu kurang dari 16 jam. tanaman ini mengandung zat yang berfungsi
menurunkan sebesar 98 persen dari sel-sel kanker payudara, jika tanaman ini dikombinasikan dengan
tanaman apsintus, hasilnya akan menghilangkan hampir seluruh sel-sel kanker di
tubuh Anda
Artemisinin
merupakan turunan dari tanaman apsintus (artemisia annua). Ekstrak tanaman ini
telah digunakan di China untuk melawan penyakit malaria selama ribuan tahun.
The bioengineers Henry lai dan Narendra singh dari University of Washington,
Seattle, adalah dua ilmuwan yang pertama kali menemukan hal ini. Hasil
penelitian mereka telah membuktikan bahwa sel kanker akan mengalami apoptosis
(hancur dengan sendirinya)
No comments:
Post a Comment